Bertemu Budak Elok Tampan Terbawa
Anak-anak
tertawa riang jika diberi mainan dan permen seperti halnya persahabatan kami
jika kami berjumpa kami akan menceritakan keluh kesah dan bahagia serta saling
menertawakan kisah masing-masing. Aku Dilbas dan kedua sahabatku Mei dan
Hajrah. Kami berasal dari daerah yang berbeda. Aku asal Makassar, Mei asal
Kendari, dan Hajrah asal Bantaeng dipertemukan dalam ruang lingkup Pendidikan
yaitu Universitas Negeri Makassar. Saat ini kami sedang manjalani proses
perkuliahan semester satu. Hal yang harus diselesaikan seorang mahasiswa ialah
menyelesaikan tugas yang telah diberikan dosen, serta mengikuti proses
perkuliahan selama beberapa hari dalam sepekan namun yang membuat kami resah
menuggu yaitu ketika aku, Mei dan Hajrah harus menunggu dosen selama berjam-jam
untuk mengikuti mata kuliah berikutnya dihari yang sama , membuat kami ber-3
harus menentukan tempat nongkrong untuk saling mendengar curhatan dari Mei,
Hajrah dan diriku, disela-sela kebingungan dan kebimbangan kami mengikuti
proses perkuliahan. Kos Hajrah menjadi tempat kami menuangkan cerita manis dan
pahit masa lalu dan masa yang akan datang.
Hajrah
orang paling riang dan humoris diantara kami bertiga ketika kesedihan melanda
kami, ada saja kejailannya yang membuat kami tertawa, Mei seorang yang lembut
dan sangat mejaga kesehatan ia juga hampir
tiap hari mengantariku kembali kerumah karena arah yang dilewati menuju
tempat tinggalnya di Makassar melintasi lorongku. Sedangkan aku orang yang
senang akan kegiatan, suka tersenyum asal nggak senyum sendiri lah, suka
menyendiri kalau lagi butuh keseriusan maksudnya serius belajar gitu, hehe.
ketika kami telah menyelesaiakan mata kuliah pertama pada pukul 07:30-10:00 kami pun segera menuju kos Hajrah sembari menunggu mata kuliah berikutnya pada pukul 13:10-15:40. Berjalan melewati bangunan dan rumah warga kami terkadang mengingat kampung halaman masing-masing, dijalan saja sudah curhat terlebih ketika telah sampai di Kos. Arah Kampus menuju Kos Hajrah memerlukan waktu kurang lebih sepuluh menit berjalan kaki membuat keringat kami bercucuran di tengah teriknya matahari, aku yang selalu full dengan barang bawaan membuatku lelah berjalan sedangkan Hajrah yang selalu santai dan menikmati perjalanan terlihat riang meski dilanda masalah.
ketika kami telah menyelesaiakan mata kuliah pertama pada pukul 07:30-10:00 kami pun segera menuju kos Hajrah sembari menunggu mata kuliah berikutnya pada pukul 13:10-15:40. Berjalan melewati bangunan dan rumah warga kami terkadang mengingat kampung halaman masing-masing, dijalan saja sudah curhat terlebih ketika telah sampai di Kos. Arah Kampus menuju Kos Hajrah memerlukan waktu kurang lebih sepuluh menit berjalan kaki membuat keringat kami bercucuran di tengah teriknya matahari, aku yang selalu full dengan barang bawaan membuatku lelah berjalan sedangkan Hajrah yang selalu santai dan menikmati perjalanan terlihat riang meski dilanda masalah.
Tak
terasa berjalan, kami pun sampai di Kos Hajrah, aku duduk sambil menghembuskan
nafas tak beraturan karena lelah berjalan sambil membuka sepatu, Mei dan Hajrah
lebih dulu masuk sebelum aku. Duduk sejenak di teras kos membuatku kelengangan
hingga akhirnya akupun turut masuk ke dalam kos untuk memulai rumpi kami
bertiga. Tapi kadang kala sebelum ngerumpi biasanya Hajrah mempersilahkan kami
makan bahkan ngopi terlebih dulu, katanya biar lebih adem ketika mulai
ngerumpi.
Cerita
pun dimulai dari kisah Hajrah mengenai masa lalu yang sulit dilupakannya
kadangkala ia sedih karenanya kadangkala pula ia bahagia dengannya. Seseorang
yang sangat dikasihinya meninggalkan begitu banyak kenangan dengannya, tapi
Alhamdulillah saat ini ia mencoba diri untuk memulai berhijrah dan move on dari
masa lalu, berbeda dengan Mei, dia suka bercerita bahkan memperingati kami
untuk selalu menjaga kesehatan dan mengerjakan tugas serta mengikuti aturan struktur tugas yang di
berikan Dosen dengan tepat. Ia lebih senang bercerita mengenai keluarga dan
kemanusiaan. Kalau aku lebih senang bercerita mengenai dunia kepeulisan dan
event, suka membagi cerita baru yang telah kutulis dan membagi info mengenai
kegiatan,seminar dan pameran.
Bukan hanya itu, kekocakan dalam
rumpi sering terjadi. Waktu berjam tak
terasa buat kami. Bukan hanya sekedar
ngerumpi biasa kami pun sering mengingatkan soal agama utamanya Shalat
lima waktu terkadang ketika menunggu mata kuliah berikutnya kami harus
melaksanakan shalat dzuhur terlebih dahulu sebelum berangkat ke Kampus nah
waktu azanlah yang menjadi waktu ngerumpi kami berakhir.
Mencari teman yang mampu di ajak bercanda,ngerumpi namun
mampu mengingatkan tugas tiap saat,
serta mengajak pada kebaikan karena Apel yang buruk melukai tentangganya maka
dari itu Persahabatan ini bagai awak berkawan karena budi, bintang naik bulan
pun naik.

Komentar
Posting Komentar