Cerpen Masa SMA

Assalamu Alaikum Wr. Wb.Selamat Pagi Kali ini Dilbas akan membagi Cerpen kisah nyata pengalaman aku selama dibangku SMA dulu hingga akhirnya masuk dalam dunia Perkuliahan.



Diriku Dengan Kebencian Masa Lalu Berakhir Kebahagiaan
Laut itu tenang dan indah, bila kau letakkan kakimu diatas butiran pasir kau akan menemui gelombang yang jauh membawa pesan rindu. Pohon disekelilingku membawa damai dan kesejukan namun bila ia diterpa angin ia akan setia mempertahankan diri dengan kokohnya.
Hi aku Dela seorang siswi baru di Madrasah Aliyah Al-Qamar, Siswi pindahan yang sangat jauh di kampung orang. Mempunyai teman dan sahabat ialah impian semua orang, memiliki waktu luang, berjalan bersama, nongkrong di tengah kota, ya itulah yang ingin kurasakan saat itu. Tapi yang terjadi timbal balik dengan apa yang aku bayangin sebelumnya. Menjadi siswi baru tak mudah bagi aku karena kita harus menyesuaikan diri dengan teman baru, saling mengerti terhadap tugas yang diberikan oleh guru dan sebagainya. Hal itulah yang menjadi awal kebahagiaan aku. Beranjak dari siswi baru, dibenci oleh orang lain, kemudian menjadikanku menyendiri dengan berbagai buku bacaan yang menemaniku tiap hari karena tak seorang yang ingin berkawan denganku ya pada akhirnya kebahagiaan tersendiri buatku.
Dibenci dan tak mempunyai teman seorang pun tak masalah buatku asal dunia pendidikan kan menjadi sahabatku. Aku melanjutkan Pendidikan dibangku Madrasah, Madrasah yang baru saja dibentuk dengan siswa, pengajar, fasilitas dan gedung yang belum memadai adalah hidup yang harus kulewati. Aku pernah berniat untuk meninggalkan madrasah dan pindah disekolah umum tapi aku mulai nyaman dengan kesendirian dan kekosongan itu karena buku dan tulisan, aku lewati tiap tawa, benci dari mereka yang tak senang dengan kehadiranku di Madrasah. Pembelajaran yang tak seberapa ku dapatkan membuatku harus belajar lebih giat dan penuh kesungguhan hingga membuatku mencari ruang belajar diluar Madrasah.
Hidup itu indah bila kita menikmati dan menjalaninya dengan ikhlas, jangan kau jadikan beban atas perkara yang kau lakukan antara yang satu dengan yang lain. Akhirnya aku telah menemukan ruangan belajar diluar Madrasah, sehari disana membuatku nyaman dengan kawan baru, membawaku jauh dari kesedihan dan kebencian yang kualami disekolah.
Pagi itu aku benar-benar bertekad akan membuktikan bahwa aku tak pantas dijadikan musuh, tak pantass dibenci tapi pantas dijadikan kawan dan sahabat. Dengan cara belajar yang sungguh-sungguh di bangku Madrasah dan pembelajaran non formal yang kuikuti. Impianlah yang akan mengubah hidupku kedepan, jika aku berdiam maka aku akan tertinggal sebaliknya jika aku mencoba dan terus melawan aku akan menang .
Kita diberi oleh Allah SWT 2 mata untuk melihat betapa Indahnya dunia dengan Pendidikannya, 2 telinga untuk mendengarkan para guru dan pengajar di seluruh pelosok negeri dengan setia memberi materi tiap hari dibangku sekolah dan perkuliahan, serta mempunyai kaki yang akan membawa kita pada impian dan tujuan kita masing-masing.
Betapa pedih hati ini ketika tak seorang pun yang ingin berkawan, mempunyai teman dan sahabat dimasalalu kemudian dibenci oleh orang saat ini adalah hal terburuk yang kualami dalam hidup dan itu tak akan terhapus dalam masa kelamku. Akan kukenang dan kusimpan dalam memori hidupku agar menjadi motivasi buatku untuk terus berkarya.
Lulus UN 2017 adalah impian seluruh pelajar dan itulah yang terjadi pada diriku dan kawan-kawan. Pengumuman itulah yang menjadikan ku bersatu dengan mereka. Awalnya benci menjadi rindu, marah jadi senang, dihina jadi bahagia ya itulah yang terjadi padaku saat pengumuman kelulusan hingga membuat orang lain berdatangan berkawan denganku.
Aku tak pernah melihat jeruk itu rusak yang kutahu bahwa jeruk itu manis seperti halnya pertemananku dengan kawan-kawan. Kulupakan sejenak kejadian masa lalu ku dengan bahagiaku yang kan datang,
“Ujian telah selesai tapi perjuangan yang sesungguhnya baru akan dimulai”
Ya itulah yang terucap dari lisanku, aku belum membuktikan janji yang kulontarkan pada hari itu sebelum aku menggapai kesuksesanku. Sukses saat itu hanya terpacu pada Lulus seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri. Impianku dan impian seluruh pelajar. Sekolahku yang baru dibentuk membuatku pesimis mengikuti ujian, karena alumni yang belum ada satupun di perguruan tinggi dan akulah selaku alumni pertama dimadrasah yang harus membuktikan bahwa angkatan pertama dan sekolah Madrasah juga bisa bersaing.
salah satu bahagiaku ialah dapat lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri . Mungkin sebagian orang hal itu mudah dan biasa-biasa saja tapi bagiku untuk lulus disana harus berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan melawan sakit sekalipun demi mendapatkan satu kursi di bangku perkuliahan dan hal itu tak mudah bagi pendaftar SBMPTN. Jauhnya jarak yang harus ditempuh untuk sampai di tempat ujian tak membuatku menyerah dengan keadaan, apa yang kulakukan saat ini akan berdampak bagiku dimasa yang akan datang (kataku dalam hati sambil melihat suasana jalan tol yang masih sepi)..
pagi yang terang, suasana dingin yang menyejukkan jiwa membawa ketenangan dalam hati, kesucian bekas wudhu yang mengalir dipipi memberikan cahaya yang kejora. Kulangkahkan kaki ku menuju masjid tempatku tes seleksi. Menghadapkan seluruh curahan hati, Pemililik kesuksesan dan impian yang sebenarnya. Dengan penuh khusyu aku tunduk bersimpuh memanjatkan doa sepenuh hati menyerahkan segala usaha dan do’a yang telah kupanjatkan beberapa bulan bahkan tahun yang lalu demi menggapai kebahagiaan itu di hari pengumuman nanti.

Tepat di hari H pengumuman aku mengecek telepon genggamku, kumelihat pesan dari satu kawan ke kawan lain tentang kelulusannya (lantass bagaimana denganku? Kataku dalam hati yang mulai bersedih) Tak sanggup melihat hasil penggumuman kulangkahkan kaki ku menuju masjid dekat rumah, sepulang dari shalat ku kembali memegang telepon genggam dengan tangan gemetar. Kusandarkan badanku pada kursi ruang tamu seraya mulai mengetik link pengumuman seleksi. Kupejamkan mataku dan mulai kubuka sedikit demi sedikit tulisan berwarna biru dilayar telepon ku membuatku menangis sersujud seketika. Air mata bagaikan tertumpah saat itu sungguh aku sangat bahagia dihari itu hari dimana awal kesuksesanku baru akan dimulai. Karena bahagia tidak berada dalam proses tapi bahagia berada dalam hasil yang nyata .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sentral Intensitas Pandemi

Bertemu Budak Elok Tampan Terbawa

BERGEGASLAH MENUJU KEBAHAGIAAN